Minggu, 02 Desember 2012

Bahaya Merokok


Disini saya akan membahas tentang bahaya dari merokok. Hampir disetiap tempat kita jumpai para perokok dan saya yakin sebagian besar perokok aktif maupun pasif tau dari bahaya yang timbul karena asap rokok maupun kandungan yang ada dalam rokok tersebut.
Kandungan di dalam rokok
Rokok mengandung ribuan zat dimana 50 persen diantaranya telah diklasifikasikan sebagai zat yang memiliki dampak buruk bagi kesehatan manusia. Bahan-bahan tersebut diantaranya adalah radioaktif Polonium-201, Acetone (bahan dalam cat), Amonia (pembersih toilet), naphthalene, DDT (pestisida) dan racun arsenik lainnya. Selain itu ketika dibakar, rokok mengeluarkan gas hidrogen sianida yang sering digunakan dalam kamar gas untuk hukuman mati. Belum lagi jika pembakaran tidak sempurna dapat menghasilkan gas karbon monoksida (CO) yang membuat darah sulit mengambil oksigen dari paru-paru. Zat-zat lain yang berbahaya dan sering disebut antara lain adalah Tar dan Nikotin. Tar adalah satu kesatuan dari empat puluh tiga bahan yang menyebabkan kanker. Sedangkan Nikotin adalah zat yang dapat merangsang saraf dan otak sehingga menimbulkan efek kecanduan. Hal inilah yang membuat seorang perokok seringkali sulit melepaskan diri dari jeratan rokok. Dari keseluruhan kasus penyakit jantung yang terjadi pada manusia, 25 persennya merupakan akibat dari merokok.

Penyakit-penyakit akibat rokok

Penyakit yang disebabkan oleh rokok tidak terbatas pada yang disebutkan di dalam bungkus rokok saja. Penyakit yang terkait dengan rokok ada banyak sekali, diantaranya adalah:
  • Kanker kandung kemih
  • Kanker lambung, usus dan colon
  • Kanker mulut, tekak dan esofagus
  • Kanker hati dan pankreas
  • Kanker payudara, mulut rahim dan rahim
  • Kanker paru-paru, bronkhitis dan infeksi saluran pernafasan kronis
  • Penyakit jantung dan stroke hemoragik
  • Pengeroposan tulang atau osteoporosis
  • Penurunan kesuburan bahkan kemandulan
  • Keguguran bahkan hingga melahirkan bayi yang cacat
  • Emfisima, ulser peptik dan batuk menahun
  • Lemah otot, penyakit gusi dan kerusakan pada mata

Bahaya merokok bagi perokok pasif

Diatas adalah penyakit yang banyak diderita oleh meraka sebagai perokok aktif. Perokok aktif adalah orang yang secara langsung menghisap rokok atas kehendak pribadinya. Selain perokok aktif, ada juga perokok pasif, yakni orang yang menghisap asap rokok yang dikeluarkan dari mulut perokok. Tidak hanya perokok aktif saja yang memiliki resiko terkena penyakit, perokok pasif pun juga demikian. Berikut adalah penyakit yang sangat mungkin menyerang perokok pasif.
  • Meningkatnya resiko kanker paru-paru dan serangan jantung
  • Meningkatnya resiko penyakit saluran pernafasan seperti radang paru-paru dan bronkhitis
  • Iritasi pada mata yang menyebabkan rasa sakit dan pedih
  • Bersin dan batuk-batuk karena alergi
  • Sakit pada tekak, esofagus, kerongkongan dan tenggorokan
  • Sakit kepala sebagai reaksi penolakan nikotin
Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa perokok yang merokok di tempat umum atau tidak memperdulikan orang lain yang tidak merokok adalah orang yang egois. Nikmatnya diambil sendiri, sakitnya dibagi-bagi. Selain itu, asap rokok yang dikeluarkan lebih berbahaya daripada yang masuk ke dalam tubuh perokok pasif. Hal ini dikarenakan asap rokok mengandung zat-zat sebagai berikut:
  • Mengandung nikotin dua kali lebih banyak
  • Mengandung karbon monoksida lima kali lebih banyak
  • Mengandung tar lima kali lebih banyak
  • Meningkatnya zat kimia berbahaya bagi kesehatan hingga berkali lipat

Bahaya asap rokok bagi ibu hamil, janin dan bayi

Selain bagi perokok pasif yang dalam keadaan normal, asap rokok lebih berbahaya bagi ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Akibat dari asap rokok tersebut antara lain:
  • Keguguran pada janin yang dikandung
  • Kematian janin di dalam kandungan
  • Pendarahan pada plasenta dan terjadi pembesaran lebih dari 30 persen
  • Berat badan janin berkurang sekitar 20-30 persen dari normal
  • Bayi yang lahir prematur dalam keadaan kesehatan yang tidak stabil
Asap rokok lebih berbahaya lagi jika dihisap oleh bayi, akibatnya adalah:
  • Mengalami gangguan dan penyakit pernafasan
  • Terganggunya perkembangan kecerdasan anak, baik motorik maupun kognitif
  • Terjangkitnya penyakit telinga
  • Bisa meningkatkan resiko penyakit leukimia sebanyak dua kali lipat
  • Meningkatkan resiko kanker otak hingga 22 persen
  • Bayi akan lebih mudah lelah karena oksigen yang tidak terserap sempurna
  • Sindrom kematian secara mendadak

Bahaya merokok untuk anak usia sekolah

Kita dapat menemui di jalan-jalan, baik di kota besar dan kota kecil dimana para pelajar dengan santainya merokok seolah itu bukan perbuatan yang buruk. Anda dapat menemukan mereka di berbagai tempat, seperti kafe, terminal, kendaraan umum atau bahkan di sekitar sekolah mereka sendiri. Orang yang mengerti dan sadar tentang kesehatan pastinya akan prihatin dengan keadaan seperti ini. Merokok itu jelas merugikan kesehatan, namun selain itu ada kerugian lainnya, yakni masalah ekonomi. Para pelajar pada umumnya adalah orang-orang yang masih tergantung secara ekonomi kepada orang tua. Hal ini tentu saja akan menambah berat beban yang harus ditanggung orang tua. Terlebih saat ini banyak juga wanita dan remaja putri yang merokok.
Faktor utama yang menjadi penyebab pelajar merokok adalah lingkungan. Masa remaja yang penuh dengan rasa ingin tahu membuat mereka ingin mencoba banyak hal. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, rokok mengandung nikotin yang mengakibatkan kecanduan. Maka sekali merokok, akan sulit untuk berhenti, kecuali ada kemauan yang keras dan bantuan dari lingkungan. Hal yang kedua ini tentu tidak akan didapatkan ketika para pelajar berada dalam lingkungan perokok. Bahkan banyak diantara para pelajar yang menganggap bahwa pria yang tidak merokok itu tidak jantan. Hal inilah yang menyebabkan para pelajar banyak yang menjadi perokok, dikarenakan rokok merupakan salah satu dari ajang mereka untuk mengaktualisasikan diri mereka. Sebagai simbol bahwa mereka adalah orang gaul dan eksis.
Persepsi seperti ini tentu saja adalah sebuah kesalahan besar. Menurut survey yang dilakukan oleh Yayasan Jantung Indonesia, sekitar 77 persen pelajar Indonesia yang merokok mengawali petualangan mereka dari tawaran atau olok-olok teman-temannya sendiri. Selain itu, kurangnya informasi mengenai bahaya rokok sejak dini menjadi penyebab banyaknya pelajar yang merokok. Padahal setiap mereka menghisap rokok, sama saja menghisap ribuan bahan kimia berbahaya yang justru merugikan kesehatan.

Peran serta orang tua, guru dan masyarakat dalam mengatasi perokok usia dini

Sebagai masyarakat yang sadar akan kesehatan, maka kita harus melakukan sesuatu dalam mensosialisasikan bahaya merokok. Semua pihak, baik itu orang tua, guru, masyarakat dan juga pemerintah harusnya melakukan sosialisasi tentang bahaya merokok bagi pelajar sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing. Sosialisasi yang dilakukan harus benar-benar riil dan masuk ke alam bawah sadar para pelajar. Hal-hal yang bisa dilakukan untuk mencegah pelajar merokok diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Sekolah dan jajarannya harus berkomitmen membebaskan sekolah dari rokok. Guru, karyawan dan orang tua dan semua orang yang berkunjung ke sekolah tidak diperkenankan merokok seperti di rumah sakit. Hal ini merupakan suatu bentuk keteladanan. Tentu saja akan aneh dan masuk akal jika hanya siswa saja yang dilarang merokok.
  2. Kegiatan yang melibatkan pemuda terutama para pelajar tidak boleh menggunakan sponsor dari perusahaan rokok atau yang berkaitan dengannya.
  3. Orang tua yang merokok tidak memperlihatkan diri saat merokok di depan anak-anaknya, jika memang tidak bisa berhenti merokok. Tetapi jika orang tua bisa berhenti merokok, tentu saja itu akan lebih baik karena dapat dicontoh oleh anak-anaknya.
  4. Jika anak memiliki waktu luang maka tugas orang tua adalah mendorongnya dalam kegiatan yang positif sehingga mereka tidak ada waktu untuk merokok. Kegiatan tersebut bisa seperti les, olahraga, bermusik dan lain sebagainya. Lebih baik lagi jika orang tua turut serta di dalamnya.

*sumber : ridwanaz.com

Metodologi Siklus Hidup Sistem


Siklus hidup system adalah penerapan pendekatan system untuk pengembangan system atau subsistem informasi berbasis computer.
Tahap-tahap siklus hidup
Empat tahap yang pertama adalah perencanaan, analisis, rancanagan, dan penerapan. Tahap-tahap ini secara bersama-sama dinamakan siklus hidup pengembangan system. Tahap kelima adlah tahap penggunaannya, yang berlangsung sampai sudah waktunya untuk merancang system itu kembali. Proses merancang kembali mengakibatkan siklus itu akan diulangi lagi.
Pengelolaan Siklus Hidup
Di banyak perusahaan, tanggung jawab masih berada pada tingkat ini. Namun, kecenderungan saat ini juga meletakan tanggung jawab pada tingkat yang lebih tinggi dan lebih rendah. Sekarang, manajemen siklus hidup system mungkin saja terentang melewati beberapa tingkat organisaional dan melibatkan manajer di luar jasa informasi.
Tahap Perencanaanperhatian
Pengembanganaubsistem CBIS seharusnya mendapatkan perhatian yang sama besarnya dalam perencanaan seperti proyek-proyek besar lainnya, seperti pengenalan produk baru atau konstruksi dari pabrik baru.
Keuntungan dari merencanakan proyek CBIS :
·         Menentukan lingkup dari proyek.
·         Mengenali berbagai area permasalahan potensial.
·         Mengatur urutan tugas.
·         Memberikan dasar untuk pengendalian.
Langkah-langkah dalam tahap perencanaan
1.Menyadari Masalah
Kebutuhan akan proyek CBIS biasanya dirasakan oleh manajer perusahaan, non-manajer, dan elemen-elemen dalam lingkungan perusahaan.
2. Mendefinisikan Masalah
Setelah menyadari adanya masalah, ia harus memahaminya dengan baik agar dapat mengatasi permasalahan itu. Namun, manajer tidak berusaha untuk mengumpulkan semua informasi pada titik ini. Sebaliknya, manajer hanya mencari untuk mengidentifikasikan di mana letak permasalahannya dan penyebabnya.
3. Menentukan Tujuan Sistem
Manajer dan analisis system mengembangkan suatu daftar tujuan system yang harus dipenuhi oleh sistem untuk memuaskan pemakai .
4. Mengidentifikasikan Kendala-kendala system
System baru akan beroperasi bebas dari kendala. Beberapa kendala ditimbulkan oleh lingkungan, seperti laporan pajak yang diminta oleh pemerintah dan informasi pembayaran yang dibutuhkan konsumen.
5. Membuat Studi Kelayakan
Studi kelayakan adalah suatu tinjauan sekilas pada faktor-faktor utama yang akan mempengaruhi kemampuan system untuk mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan. Ada enam dimensi kelayakan:
·         Teknis
·         Pengembalian ekonomis
·         Pengembalian non ekonomis
·         Hukum dan etika
·         Operasional
·         Jadwal
6. Mempersiapkan usulan penelitian sistem
Jika system dan proyek tampak layak, diperlukan penelitian system yang menyeluru. Penelitian system akan memberikan dasar yang terinci untuk rancangan system baru mengenai apa yang harus dilakukan system itu dan bagaimana system itu melakukannya. Analisis akan menyiapkan usulan penelitian system yang memberikan dasar bagi manajer untuk menentukan perlu atau tidaknya pengeluaran untuk analisis.
7. Menyetujui atau menolak penelitian proyek
Manajer dan komite pengarah menimbang pro dan kontra dari proyek dan rancangan system yang diusulkan, serta menentukan apakah perlu diteruskan keputusan teruskan/hentikan.
8. Menetapkan Mekanisme Pengendalian
 Sebelum penelitian system dimulai, komite pengarah SIM menetapkan pengendalian proyek dengan menentukan apa yang harus dikerjakan, siapa yang melakukannya, dan kapan akan dilaksanakan.

Tahap Analisis
1.      Menumumkan peneitian system.
2.      Mengorganisaikan tim proyek.
3.      Mengidentifikasikan kebutuhan informasi.
4.      Mengidentifikasikan kriteria kinerja system.
5.      Menyiapkan usulan rancangan.
6.      Menyetujui atau menolak rancangan proyek.
Tahap Perancangan
1.      Menyiapkan rancangan system yang terinci.
2.      Mengidentifikasikan berbagai alternatif konfigurasi system.
3.      Mengevaluasi berbagai alternatif konfigurasi system.
4.      Memilih konfigurasi yang terbaik.
5.      Menyiapkan usulan penerapan.
6.      Menyetujui atau menolak penerapan system.
Tahap Penerapan
1.      Merencanakan penerapan.
2.      Mengumumkan penerapan.
3.      Mendapatkan sumber daya perangkat keras.
4.      Mendapatkan sumber daya perangkat lunak.
5.      Menyiapkan data base.
6.      Menyiapkan fasilitas fisik.
7.      Mendidik peserta dan pemakai.
8.      Menyiapkan usulan cutover.
9.      Menyetujui atau menolak masuk ke system baru.
10.  Masuk ke system baru.
Tahap Penggunaan
1.      Menggunakan system
2.      Audit system.
3.      Memlihara system.
4.      Menyiapkan usulan rekayasa ulang.
5.      Menyetujui atau menolak rekayasa ulang system.


Menggunakan Teknologi untuk Keunggulan Kompetitif

Menggunakan Teknologi untuk Keunggulan Kompetitif
Perusahaan dalam lingkungannya
Lingkungan sangat berarti bagi perusahaan. Lingkungan adalah alas an utama keberadaan perusahaan. Pemilik perusahaan melihat perlunya penyediaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan lingkungan tertentu, dan menanamkan modalnya sehingga perusahaan dapat melaksanankan aktivitas ini. Lingkungan kemudian menyediakan sumber daya yang diperlukan untuk memproduksi barang dan jasa.
Delapan Elemen Lingkungan
Elemen-elemen lingkungan ini adalah organisasi atau individu yang berada di luar perusahaan da memiliki pengaruh langsung atau tidak langsung pada perusahaan. Delapan elemen ini brada dalam system yang lebih luas, yang disebut masyarakat menggambarkan perusahaan dalam konteks lingkungannya.Pemasok menyediakan material, mesin, jasa, dan informasi yang digunakan oleh perusahaan untuk memproduksi barang dan jasanya. Barang dan jasa ini dipasarkan kepada para pelanggan  perusahaan., yang mencakup pemakai saat ini dan calon pemakai. Serikat Buruh  adalah organisasi yang bagi tenaga kerja terampil maupun tenaga kerja tidak terampil. Masyarakat keuangan terdiri dari lembaga-lembaga yang mempengaruhi sumber daya uang yang tersedia bagi perusahaan. Contohnya meliputi ank dan lembaga peminjaman lainnya, serta perusahaan-perusahaan investasi. Pemegang saham atau pemilik adalh orang orang yang menanamkan modal di perusahaan dan mewakili tingkat manajemen tertinggi. Pesaing mencakup semua organisasi yang bersaing dengan perusahaan di pasaran. Pemerintah, pada tingkat pusa, daerah dan local, memberikan batasan-batasan dalam bentuk undang-undang dan peraturan, tetapi juga memberikan bantuan dalam bentuk pembelian, informasi dan dana. Masyarakat global adalah wilayah geografis tempat perusahaan melaksanakan operasinya. Perusahaan menunjukan tanggung jawabnya pada masyarakat global dengan memperhatikan lingkungan alam, menyediakan prosuk dan jasa yang meningkatkan kualitas hidup dan beroperasi secara etis.
Keunggulan Kompetitif
Pada bidang computer, keunggulan komprtitif mengacu pada penggunaan informasi untuk mendapatkan leverage di pasaran. Idenya adalah perusahaan tidak harus sepenuhnya mengandalkan sumber daya fisik yang lebih unggul data dan informasi dapat digunakan sama baiknya.
Rantai Nilai Porter
Porter dari Harvard adalah orang yang paling sering didefinisikan dengan topic keunggulan kompetitif. Pusat dari teori porter adalah konsep marjin. Marjin adalah nilai roduk dan jasa perusahaan, seperti yang diyakini oleh pelanggan perusahaan itu, dikurangi biaya-biayanya. Perusahaan menciptakan nilai dengan melaksanakan aktivitas, yang porter sebut aktivitas nilai (value activities). aktivitas nilai tetbagi menjadi menjadi dua kategori besar utama dan pendukung. Akitivitas nilai utama (support value activities) menyediakan input dan infrastruktur yang memungkinkan aktivitas utama berlangsung. Departemen hubungan pemegang saham, kelompok riset pemasaran, departemen akuntansi merupakan contoh unit organisaional yang melaksanakan aktivitas pendukung.
Perencanaan Strategis
Perencanaan jangka panjang juga dikenal sebagai perencanaan strategis karena mengidentifikasi tujuan-tujuan yang akan memberikan perusahaan posisi yang paling menguntungkan didalam lingkungannya., serta menentukan strategi-strategi untuk mencapai tujuan tujuan tersebut. Pentingnya perncanaan strategis pada manajemen tingkat atas yang merupakan alas an Robert Anthony menamakan tingkat itu tigkat perencanaan strategis.
Perencanaan strategis perusahaan
Saat sebuah perusahaan mengorganisasikan para eksekitfnya ke dalam suatu komite eksekutifkelompok inikah yang pasti memikul tanggung jawab perencanaan strategis untuk seluruh perusahaan. Komite ini, sekurangnya, terdiri dari presiden dan wakil presiden dari area bisnis. Komite ini umumnya menjadwalkan suatu pertemuan perencanaan tahunan, yang mendiskusikan gagasam mengenai apa yang ingin dicapai perusahaan selama tahun yang akan datang. Hasil dari pembahasan ini adalah rencana bisnis strategis.
Perencanaan bisnin sumber daya informasi
Selama beberapatahun terakhir jasa informasi mungkin telah mencurahkan lebih banyak perhatian pada perencanaan strategis daripada sebagian besar area yang lain. Istilah untuk menggambarkan aktivitas ini awalnya adalah transformasi kumpulan strategi (strategy set transformation). Istilah yang lebih baru, yaitu perencanaan strategis sumber daya informasi (strategic planning for information resources) telah menjadi popular.
Konsep manajemen sumber daya informasi
manajemen sumber daya informasi (information resource management) atau IRM adalah aktivitas yang dijalankan oleh manajer pada semua tingkatan dalam perusahaan dengan tujuan mengidentifikasi, memperoleh, dan mengelola sumber daya informasi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pemakai.
Elemen-elemen IRM yang diperlukan
agar suatu perusahaan dapat mencapai IRM secara penuh, perlu ada satu set kondisi tertentu. Kondisi-kondisi tersebut meliputi :
·         Kesadaran bahwa keunggulan kompetitif tidak dapat dicapai melalui sumber daya informasi yang unggul.
·         Kesadaran bahwa jasa informasi adalah suatu area fungsional utama.
·         Kesadaran bahwa CIO adalah eksekutif puncak.
·         Perhatian pada sumber daya informasi perusahaan saat membuat perencanaan.
·         Rencana strategis formal untuk sumber daya informasi.
·         Strategi untuk mendorong dan mengelola end-user computing.



Lingkungan Perusahaan
 
1.
 

                                         Pengaruh Lingkungan
                                                                Eksekutif Perusahaan
                   CIO                                                                                                      Eksekutif Lain
2.
 

                                        Pengaruh                                   Rencana Strategis
Kawasan Bisnis
K
                                        Intern                                         Perusahaan
Manufaktur
Pemasaran
Keuangan
Sumber daya manusia
Layanan Informasi
3.


Rencana strategis sumber daya informasi
 



                       Sumber daya                                                              Sumber daya
                          Komputer                                                    Komputer
                           Terpusat                                                                       tersebar
                                                                Sumber daya informasi
4.




Pemakai lain
Para pemakai yang terlibat dalam end-user computing
5.



Gambar 2.9 Model IRM
Model IRM
Kondisi-kondisi IRM yang diperlukan tersebut tidak berada terpisah berkerja sama secara terkoordinasi,seperti yang digambarkan dalam Gambar 2.9. Alinea-alinea bernomor dibawah ini menjelaskan nomor-nomor pada model tersebut.
1.      Lingkungan perusahaan.
2.      Eksekutif perusahaan.
3.      Area bisnis.
4.      Sumber saya informasi.
5.      Pemakai.